Atletik DKI Pecahkan 3 Rekornas Remaja
Atlet-atlet DKI Jakarta berhasil pecahkan tiga rekor Nasional Remaja dalam Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2012 yang berlangsung selama tiga hari di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 12-14 April kemarin.
Pemecahan rekor pertama dilakukan oleh Kresno Setyo Nugro yang berhasil mencatat lontaran sejauh 48,78 meter atau lebih baik dari rekornas milik Ardiansyah (DKI) sejauh 46,92 meter yang dicatat 2008 lalu. Tempat kedua direbut Vincent (Jabar) dengan lontaran 42,28 meter serta perunggu jadi milik Ahmad Erbakan (DKI) dengan lontaran 39,32 meter.
Pemecahan rekornas berikutnya
Medina Aulia Sebentar Lagi Jadi Grand MasterPecatur putri DKI Jakarta MIW Medina Warda Aulia (15) bersama dua rekan pelatnasnya, MIW Chelsie Monica Sihite (Kaltim), dan MNW Yemi Jelsen (Riau) yang mendapat julukan Dream Girls Indonesia akan menantang tiga Grand Master Wanita (GMW) dari Eropa Timur. Ketiga pecatur dari belahan jagad yang menjadi gudangnya bintang catur dunia itu adalah GMW Anna Burtasova (Rusia), GMW Evgeniya Doluhanova (Amenia), dan GMW Anastasia Gutsko (Ukraina). Mereka akan bertanding kompetisi penuh atau sepuluh babak dengan sekali memegang buah hitam dan sekali memegang buah putih. Mereka bertemu di ajang JAPFA Chess Festival di Gedung Serba Guna, Senayan, Jakarta,15-21 April 2012. Pada event ke tujuh tahun ini, Medina dan Chelsea diharapkan bisa mengumpulkan poin 7,5 untuk bisa meraih norma GMW. Sebab pada event yang sama tahun lalu, Medina dan Chelsea meraih gelar MIW. “Tahun ini kita harapkan bisa mendapat norma GMW. Ajang ini akan menjadi tolak ukur karena tahun ini akan ada Olimpiade catur dan PON," kata Wakil Ketua PB Percasi, Utut Adianto di Jakarta baru- baru ini (12/4). Ketua Binpres PB Percasi, Kristianus Liem menambahkan, untuk meraih norma kedua Ini tentu tidak mudah dan membutuhkan konentrasi tinggi. “Jumlah poin itu setara dengan lima kali menang dan lima kali seri," jelasnya.. Apalagi, lawan yang mereka hadapi merupakan pecatur tangguh. MW Anna Burtasova (rating 2271), 25 tahun, tahun lalu sudah ambil bagian di turnamen ini. Anna yang menjadi Master FIDE Wanita pada usia 14 tahun, menjadi Master Internasional Wanita pada usia 17 tahun, dan menjadi Grandmaster Wanita pada usia 22 tahun, sangat senang dengan Indonesia. "Saya sangat senang bisa ke Indonesia lagi. Saya akan bawa pacar saya biar dia melihat Indonesia. Pujian kawan-kawan tentang bagusnya penyelenggaraan turnamen catur di Indonesia sudah saya rasakan sendiri. Masyarakatnya juga ramah sekali," tulis Anna, yang tahun lalu menurunkan catatannya di chessbase dalam bahasa Jerman. GMW Evgeniya Doluhanova (rating 2269), 28 tahun, sesungguhnya kelahiran Baku, Azerbaijan, tapi kini dia menjadi warga negara Ukraina dan tinggal di Kharkov. Ia mengajar di almamaternya, National Law Academy Jaroslav the Wise. "Tapi sejak Januari 2012 saya pindah bendera bermain untuk Armenia," tutur Evgeniya yang mengecat rambutnya dari hitam menjadi blonde. Evgeniya pernah menjadi juara Ukraina untuk putri pada tahun 2009. Itu memang masa keemasannya di mana ratingnya saat itu mencapai puncaknya, 2341 Evgeniya sudah menyandang gelar GMW sejak tahun 2006. GMW Anastasia Gutsko (rating 2328), 27 tahun, adalah unggulan pertama dalam eventinternasional ini. Selain ratingnya paling tinggi di sini, ia adalah salah satu dari 10 besar pecatur putri Ukraina yang aktif belakangan ini. Tahun lalu di Jordania, dia menjadi juara pada Amman International Tournament 2011. Anastasia memang aktif dan selalu berada di peringkat atas, contohnya dia adalah runner-up pada Kejurnas Junior Ukraina KU18 pada 2003 dan KU20 tahun 2004. Gelar GMW disandang Gutsko sejak 2006. KONI DKI: KONI Pusat Paksakan Tiga Cabor di PON 2012 Ambisi KONI Pusat untuk tetap menambah tiga cabang olahraga (cabor) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, yakni hoki, drumband, dan dansa sudah mengarah pada pemaksaan kehendak. Mengapa dinilai sebagai pemaksaan kehendak? Soalnya, hampir seluruh KONI Provinsi sudah menyatakan menolak penambahan tiga cabor tersebut karena ketidaksiapan secara menyeluruh.
Kabar terbaru menyebutkan 10 KONI Provinsi di Sumatera sudah menyatakan menolak penambahan cabor, termasuk tuan rumah Riau. Tuan rumah tidak siap untuk menyediakan tempat pertandingan, termasuk menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. |
19 Koni se-Indonesia Tolak Penambahan 3 Cabor PON- XVIIIBERITA NASIONAL (JAKARTA) SitusRiau.com-Pasca dimenangkannya gugatan Propinsi Jawa Barat untuk memasukkan 4 cabang olahraga (cabor) dalam PON XVIII nanti, Ketua KONI Pusat Tono Suratman juga mengumumkan penambahan 3 cabang olahraga (Cabor) lag dari 19 KONI Provinsi.
Dalam konferensi Pers di kantor KONI DKI Jakarta, Kamis (22/3) lalu, 19 KONI se-Indonesia dengan tegas mengatakan mereka sepakat dan berjanji tidak akan mengirim satupun atlit untuk mengikuti tiga cabor yang ditambahkan, yakni Cabor Dansa, Drum Band dan Hoki.
Atlet SEA Games Asal DKI Terima BonusUntuk memberikan apresiasi kepada para atlet DKI Jakarta yang mengikuti perhelatan SEA Games ke 26 pada November lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta memberikan penghargaan dan bonus kepada para atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali. Penyerahan bonus ini berlangsung di Sport Mall britama Kelapa Gading Jakarta Utara Sabtu (10/12). Dalam sambutannya, Gubernur Fauzi Bowo mengaku sangat gembira atas prestasi yang berhasil diraih Atlet DKI dalam perjuangannya menjadikan Indonesia sebagai juara umum SEA Games ke 26. Melihat hasil ini Fauzi Bowo pun optimis menargetkan Kontingen DKI Jakarta menjadi Juara Umum PON XVIII yang akan digelar di Riau 2012 mendatang. Link Video |
|
Menuju PON XVIII RIAU 2012
09.09.2012 00:00
110
Days
|
Menuju Olimpiade London 2012
07.27.2012 00:00
66
Days
|
Weather in Jakarta Indonesia














Ambisi KONI Pusat untuk tetap menambah tiga cabang olahraga (cabor) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, yakni hoki, drumband, dan dansa sudah mengarah pada pemaksaan kehendak. Mengapa dinilai sebagai pemaksaan kehendak? Soalnya, hampir seluruh KONI Provinsi sudah menyatakan menolak penambahan tiga cabor tersebut karena ketidaksiapan secara menyeluruh.






